Tampilkan postingan dengan label What and Who. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label What and Who. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Februari 2012
Stockholm Syndrome
Label:
What and Who
Seberapa sering Anda mendengar adanya kekerasan dalam hubungan romantis seperti hubungan pacaran atau hubungan rumah tangga namun korban masih bertahan di dalamnya? Pernahkah Anda mencoba membantu korban untuk keluar dari situasi tersebut namun ia marah, menolak, dan malah memutuskan hubungan dengan Anda? Kondisi psikologis dimana korban merasa simpati pada pelaku kekerasan (abuser) atau pelaku yang memegang kendali utama (controller) dalam sebuah hubungan, bahkan mencintai, mendukung, dan membela pelaku, bernama Sindrom Stockholm.
Asal mula kata Sindrom Stockholm ini berasal pada tanggal 23 Agustus 1973 dimana dua orang bersenjata mesin memasuki sebuah bank di Stockholm. Sambil mengacungkan senjata, salah satu penjahat yang baru keluar dari penjara—Jan-Erik Olsson meneriakkan, “Pesta sudah dimulai!” Dua pembobol bank itu menyandera empat korban (tiga perempuan dan satu laki-laki) yang diikat bom pada tubuhnya.
Setelah diselamatkan, para korban menunjukkan sikap yang berbeda setelah diancam, disiksa, atau ditakut-takuti selama lima hari. Dalam media, mereka menunjukkan bahwa mereka mendukung para penyandera dan takut kepada para polisi yang menolong mereka. Korban mulai merasa bahwa sebenarnya penyandera mau melindungi mereka dari polisi. Bahkan salah satu dari perempuan itu bertunangan dengan salah satu penyandera. Di sini terlihat jelas bahwa korban telah menjalin ikatan emosional dengan penyanderanya. Seperti yang ditulis di atas, kondisi psikologis dimana korban merasa simpati terhadap penyandera/penyiksa itu bernama Sindrom Stockholm. Keterikatan emosional dengan pelaku adalah strategi untuk bertahan dari kekerasan dan intimidasi.
Sindrom Stockholm bisa ditemukan di keluarga, hubungan interpersonal, dan hubungan romantis. Pelakunya bisa suami atau istri, pacar, ayah atau ibu, atau siapapun yang berperan sebagai pelaku kekerasan (abuser) dan memiliki posisi otoriter dan mengendalikan situasi (controller).
Setiap sindrom memilih simptom-simptom atau gejala-gejala, termasuk juga sindrom ini. Simptom-simptomnya Sindrom Stockholm adalah:
a. Korban memiliki perasaan positif terhadap pelaku
b. Memiliki perasaan negatif terhadap keluarga atau teman yang mencoba menolongnya
c. Mendukung alasan atau perilaku pelaku
d. Korban berperilaku positif yang mendukung pelaku
e. Ketidakmampuan membebaskan diri sendiri dari situasi
Telah ditemukan empat situasi atau kondisi yang mengembangkan sindrom Stockholm ini:
1. Hadirnya ancaman bagi keberlangsungan hidup seseorang (secara fisik dan psikologis) dan terdapat keyakinan bahwa pelaku akan melaksanakan ancaman.
Dalam hubungan, pelaku mengancam bahwa korban tidak akan pernah bisa meninggalkannya atau mendapatkan pasangan baru. Jika korban memutuskan untuk pergi, maka pelaku akan mengingatkan korban bahwa orang-orang di masa lalunya (pelaku) yang tidak mau mengikuti keinginannya telah mendapatkan ganjaran yang setimpal. Selain itu ada ancaman bahwa mereka telah melakukan balas dendam terhadap korban-korban yang telah meninggalkannya di masa lalu. Cerita pembalasan dendam ini untuk mengingatkan korban bahwa pembalasan dendam akan terjadi jika mereka pergi.
2. Ada persepsi kebaikan kecil yang ditunjukkan pelaku.
Dalam situasi yang penuh intimidasi dan ancaman, korban melihat sebuah harapan ketika mereka melihat ada tanda-tanda kecil bahwa situasi akan berkembang lebih baik. Ketika pelaku menunjukkan kebaikan kecil, meskipun ada manfaat untuk pelaku itu sendiri, korban menginterpretasi bahwa kebaikan tersebut merupakan sifat baik dari pelaku. Contoh kebaikan kecil dalam hubungan pacaran adalah memberikan kado, memberikan sms manis, dan lainnya. Biasanya kebaikan kecil ini diberikan setelah periode kekerasan terjadi atau bentuk perlakuan khusus agar diinterpretasikan bahwa pelaku tidak sepenuhnya jahat dan mungkin untuk beberapa waktu membenarkan perilakunya.
Hal yang sama dengan persepsi kebaikan kecil yang ditunjukkan adalah persepsi adanya sisi lembut dari pelaku. Selama hubungan, pelaku bercerita tentang masa lalunya—bagaimana mereka diperlakukan salah, disiksa, dihiraukan, atau disalahkan. Korban mulai merasa bahwa pelaku dapat memperbaiki perilaku buruk mereka dan mulai merasa mereka (pelaku) adalah seorang “korban” juga. Di sini simpati terhadap pelaku berkembang dan korban yang mengalami Sindrom Stockholm ini membela pelaku dengan mengucapkan, “Saya tahu ia telah mematahkan rahang atau rusuk saya .. tapi dia dalam masalah. Dia memiliki masa lalu yang tidak baik!” Setelah menyiksa korban, pelaku biasanya mengakui bahwa mereka membutuhkan bantuan psikolog/psikiater dan mengakui bahwa mereka memiliki gangguan mental. Simpati yang korban berikan tidak membawa perubahan pada perilaku mereka. Kenyataannya, itu malah memperpanjang waktu korban untuk disiksa. Sementara “kisah sedih” selalu dimasukkan dalam permintaan maaf mereka—setelah event penyiksaan—perilaku mereka tidak akan berubah.
3. Isolasi perspektif lain selain pelaku.
Dalam hubungan yang penuh dengan kekerasan dan pengendalian, korban merasa bahwa mereka berjalan di atas telur – takut dalam berkata dan bertindak yang mungkin dapat memunculkan aksi kekerasan/intimidasi. Agar bisa bertahan, korban mulai melihat dunia melalui perspektif pelaku. Mereka mulai memperbaiki hal-hal yang dapat memunculkan aksi kekerasan/intimidasi, bertindak hal-hal yang dapat membuat si pelaku bahagia, menjauhi aspek-aspek dari kehidupan mereka yang memunculkan masalah. Korban menjadi berusaha memenuhi kebutuhan, hasrat, dan kebiasaan si pelaku.
Melihat dunia berdasarkan perspektif pelaku sebagai teknik untuk bertahan yang secara intens dilakukan oleh korban dapat mengembangkan kemarahan kepada orang-orang yang mencoba menolongnya. Pelaku akan marah kepada semua orang yang memberikan dukungan pada korban sehingga pelaku akan melakukan berbagai metode dan manipulasi untuk mengisolasi korban dari lingkungannya. Contohnya jika korban berhubungan dengan keluarganya dan membuat pelaku tidak suka, korban akan takut bahwa berhubungan dengan keluarga akan menambah penyebab kekerasan yang terjadi. Maka korban akan memutuskan komunikasi dengan keluarga. Korban akan melihat bahwa keluarga menjadi penyebab masalah dan harus dihindari.
4. Ketidakmampuan lari dari situasi.
Dalam kasus perampokan sebuah bank, dimana korban diancam dengan senjata, mudah untuk dimengerti bahwa korban tidak mampu lari dari situasi. Dalam hubungan yang romantis, kepercayaan bahwa tidak mampu lari dari situasi juga sangat umum. Banyak hubungan yang penuh kendali dan kekerasan yang terkunci bersama oleh masalah finansial yang saling menguntungkan, situasi legal seperti pernikahan, dan lainnya. Pada remaja dan dewasa muda, korban tertarik dengan individu yang dapat mengendalikan keadaan karena korban merasa dirinya tidak berpengalaman, tidak aman, dan kewalahan dengan perubahan yang terjadi pada hidupnya sehingga membutuhkan orang yang bisa mengendalikan untuk menstabilkan hidupnya.
Sindrom Stockholm ini bukanlah hal yang jarang dalam sebuah hubungan. Sindrom ini menciptakan hubungan yang tidak sehat antara keduanya. Ini menjadi alasan mengapa korban terus mendukung pelaku setelah hubungan berakhir. Mereka terus melihat “sisi baik” dari pelaku dan muncul simpati kepada seseorang yang melakukan kekerasan secara fisik dan psikis kepada mereka.

Anorexia Nervosa
Label:
What and Who
Anoreksia Nervosa adalah gangguan makan yang ditandai oleh penolakan makanan yang mengakibatkan berat badan berkurang sampai ke tingkat yang membahayakan.
Para penderita anoreksia sedemikian suksesnya dalam mengurangi berat badannya hingga membahayakan keselamatan jiwanya.
anoreksia ditandai oleh ketakutan yang tidak wajar terhadap kemungkinan mengalami kenaikan berat badan dan kehilangan kemampuan mengontrol makan. Para penderita anoreksia bangga akan diet dan kontrol ekstra keras yang dilakukannya.
Ciri ciri Anoreksia Nervosa meliputi :
* Tidak mau mempertahankan berat badan pada level normal atau sedikit di atas normal
* Ketakutan bahwa berat badan akan naik
* Menganggap berat badannya sudah ideal
* tidak mengalami menstruasi.
Meskipun berkurangnya berat badan adalah ciri yang paling jelas terlihat pada anoreksia nervosa, tetapi sesungguhnya hal itu bukan inti gangguannya. Banyak orang kehilangan berat badan akibat kondisi medis tertentu, tetapi penderita anoreksia memiliki ketakutan yang intens terhadap obesitas dan berusaha keras untuk menjadi kurus.
Gangguan ini paling sering muncul pada remaja yang memang kegemukan atau mempersepsi bahwa dirinya terlalu gemuk. Ia lalu mulai berdiet keras, yang terus membua dia sampai ke titik di mana ia terjebak secara obsesif untuk menjadi kurus.
Olah raga berat, yang nyaris seperti menghukum diri sendiri, juga lazim dilakukan. Berkurangnya berat badan secara dramatis diperoleh dengan membatasi asupan kalori.
Seorang penderita anoreksia tidak pernah puas dengan penurunan berat badannya. Berat badan yang tetap antara hari ini dan keesokan harinya atau setiap penambahan berat badan dapat mengakibatkan kepanikan, kecemasan dan depresi.
Ketika memandangi tubuhnya di cermin, ia melihat sosok yang sangat berbeda dengan apa yang dilihat oleh orang lain. Orang lain melihatnya sebagai gadis yang kurus kering dan lemah, seperti seorang penderita kelaparan, sedang yang bersangkutan melihatnya sebagai gadis yang perlu mengurangi berat badannya...
Biasanya mereka pintar memilih ucapan yang ingin di dengar orang lain. Mereka mungkin mengatakan setuju bahwa berat badannya memang kurang dan perlu menambah, tetapi sesungguhnya ia tidak mempercayainya.
Mungkin untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu mengontrol makanannya, sebagian penderita anoreksia menunjukkan minat yang besar pada masak memasak dan makanan. Sebagian menjadi juru masak yang handal, yang menyiapkan makanan untuk seluruh keluarganya. Sebagian lainnya menimbun makanan di kamarnya dan memandanginya dari waktu ke waktu.
Tanda dan gejala medis anoreksia lainnya termasuk kulit kering, rambut dan kuku yang rapuh dan sensitif terhadap dingin.
Stop Global Warming
Label:
What and Who
Global Warming atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pemanasan global merupakan suatu proses meningkatnya suhu udara yang terjadi pada atmosfer, laut ataupun di daratan bumi. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, suhu udara rata-rata pada permukaan Bumi selama 100 tahun terakhir telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F).
Ada beberapa yang menjadi penyebab terjadinya global warming di bumi ini. Manusia termasuk salah satu penyebab terjadinya global warming/pemanasan global. Mengapa manusia juga termasuk salah satu penyebab terjadinya global warming? Jawabannya adalah karena manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Lho, apa hubungannya antara manusia dengan karbondioksida? Manusia saat bernafas menghirup oksigen dan melepaskannya dalam bentuk karbondioksida. Sedangkan karbondioksida merupakan salah satu faktor penyebab Gas Rumah Kaca yang menjadi penyebab terjadinya Global Warming yang nanti akan kita bahas dibawah. Oleh karena itu tumbuhan sangat kita perlukan untuk mengurangi dampak Global Warming/Pemanasan Global. Karena tumbuhan/tanaman dapat menyerap karbondioksida saat proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.
CARA MENANGGULANGI GLOBAL WARMING
- Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
- Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
- Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
- Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
- Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
- Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
- Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
- Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
- Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
- Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
- Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
- Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
Aqua Timez
Label:
Asian Music,
What and Who
Aqua Timez dibentuk pada tahun 2000 setelah dua anggota asli, vokalis dan bassis, bertemu di internet dan menemukan bahwa mereka menghadiri universitas yang sama. Pada saat pembentukan mereka dengan seluruh anggota mereka saat ini di tahun 2003, nama band itu Aqua Times, ejaan yang benar dari nama mereka saat ini. Selama periode ini, band ini merilis mini-album dan satu, tetapi mereka produksi sendiri dan tidak menjual banyak salinan.
Band ini berganti nama diri untuk Aqua Timez pada tahun 2005. rilis pertama mereka dengan nama ini Sora Ippai ni Kanaderu Inori, sebuah mini-album yang dirilis pada tanggal 24 Agustus 2005. It memetakan dengan baik, memuncak di # 1 di Oricon grafik mingguan album pada Februari 2006.Alones PV di Shibuya
Pada tahun 2006, kelompok ini menandatangani major label Sony Music Entertainment Jepang dan kemudian merilis Nanairo tidak Rakugaki, kedua mini-album dengan tujuh lagu. Single pertama mereka, "Ketsui No Asa Ni", kemudian digunakan sebagai lagu dalam film adaptasi Brave Story. Kemudian pada tahun yang sama, ia mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan lagu tema untuk Bleach:. Memories of Nobody, versi film dari anime dan manga Bleach seri Lagu, "Sen No Yoru wo Koete" (千 の夜 を こえ て?, menyalakan "Melewati Lebih dari Seribu Malam")., memasuki Oricon chart single di nomor 5 dan pergi untuk menjual lebih dari 100.000 eksemplar.
Belakangan tahun itu, pertama panjang band album penuh, Kaze o Atsumete, dirilis dan mencapai posisi puncak ketiga di tangga lagu Oricon. Sejak dirilis, album ini telah terjual lebih dari 200.000 eksemplar. "Shiori", single ketiga mereka, digunakan dalam iklan untuk sebuah merek minuman ringan yang dikenal sebagai Mitsuya Cider dan nomor 5 di tangga lagu Oricon.
Tahun berikutnya pada tahun 2007 band ini kembali ke Bleach. Single keempat mereka, "Alones", digunakan sebagai lagu pembuka ke-6 untuk anime dan naik ke tempat # 3 di Oricon.
Baru-baru ini pada tahun 2007, band yang dihasilkan 5 single Chiisana Tenohira (# 5 di Oricon), dan album kedua mereka full-length Dareka No Chijōe dirilis pada 21 November.
Setengah tahun setelah merilis single terakhir, mereka merilis 6 single "Niji", yang digunakan sebagai lagu tema untuk Gokusen 3.
Pada tanggal 1 Oktober, 2008 mereka 7 single "Natsu no Kakera" dirilis.
Pada tanggal 14 Januari 2009, Aqua Timez merilis single berjudul "Velonica", yang digunakan sebagai pembukaan 9 Bleach.
Pada tanggal 4 Maret 2009, mereka merilis single 9 "STAY GOLD" diikuti dengan album ketiga mereka Utai penuh Sarishi Hana pada tanggal 11 yang telah disertifikasi Emas oleh RIAJ untuk pengiriman dari 100.000 eksemplar.
Band ini merilis 10 single "Plumeria ~ Hana Uta ~" pada tanggal 29 Juli 2009 di mana ia digunakan sebagai lagu tema untuk film Gokusen.
Mereka juga merilis album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka pada 14 Oktober 2009. Album ini berisi lagu yang baru direkam disebut "Saigo Made". Album ini mencetak band pertama # 1 di Oricon chart mingguan sejak mereka menandatangani label Sony besar.
Aqua Timez 11 merilis single "Ehagaki No Haru" (Kartu pos musim semi) pada tanggal 27 Januari 2010 dan saat ini tur dan bekerja di tur berikutnya Take A Tour 'Stand' bersama dengan The Fantastic Tour 2010.
Sebuah melodi yang mirip dengan "Alones" dapat terdengar ketika memainkan "Ashley Journey" permainan di Addictinggames.com.
12 single Aqua Timez's, "GRAVITASI Ø", digunakan untuk tema pembukaan Driver Star: Kagayaki Takuto no.
Anggota
Vocal: Futoshi (太 志?)
* Tanggal lahir: 10 Mei 1980
* Golongan Darah: O
Bass: OKP-STAR ((お ー け ー ぴ ー すた ー), Ōkēpī-Suta?) Okada Temohisa (冈田 知 久)
* Tanggal lahir: 25 Maret 1977
* Golongan Darah: A
Gitar, Programming: Daisuke (大 介?) Hasegawa Daisuke (长谷川 大 介)
* Birthdate: April 12, 1977
* Golongan Darah: O
Keyboard: mayuko ((まゆこ)?)
* Birthdate: September 18, 1977
* Golongan Darah: A
Drum: TASSHI (? (たっし ー)) Tomoyoki Tasshima (田岛 智 之)
* Tanggal lahir: 21 Agustus 1978
* Golongan Darah: A
Mantan Anggota
Drum: Abiko ((アビコ)?)
* Birthdate: Februari, 21
* TASSHI diganti Abiko sebelum tunggal, "Ketsui ada Asa ni".
Langganan:
Postingan (Atom)








